October 17, 2021

Situs Judi Online Terpercaya

Terbaik & Terbesar Di Indonesia

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen sukses masuk daftar 100 Tokoh Punya pengaruh versus Majalah Time. Prestasi Tsai yang disorot ialah keberaniannya menantang pemerintah China serta keberhasilan menangani COVID-19.

Profile Presiden Tsai dicatat oleh Senator Ted Cruz dari Texas, Amerika Serikat.

Senator Cruz mengomentari balik beberapa orang yang menyepelekan Taiwan sebab memiliki ukuran kecil serta terisolasi.

Langkah Taiwan menangani COVID-19 jadi perhatian. Pemerintah Taiwan sukses menahan kelangkaan masker, naiknya pasien, dan menahan efek negatif ke ekonomi.

“Taiwan sudah menunjukkan jika virusnya dapat dikontrol tanpa ada ikuti banyak kebijakan mencolok China,” tutur Ted Cruz.

Ted Cruz pernah berjumpa Presiden Tsa Ing-wen pada Hari Nasional Taiwan pada 2019. Dia mengatakan melihat sendiri loyalitas Presiden Tsai ke rakyatnya.

“China ialah pemerintahan komunis paling besar di dunia, serta wanita mandiri ini berkemauan untuk menantangnya. Ia tidak kalah,” tandas Ted Cruz.

Melalui Twitternya, Presiden Tsai menghargai gelar tokoh punya pengaruh dari Time.

“Perolehan ini bukanlah saja buat saya sendiri, tapi punya semua rakyat Taiwan,” katanya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memakai pidatonya di Sidang Umum PBB ke-75 untuk menggempur China. Trump ajak dunia serta PBB untuk tuntut tanggung jawab dari China.

“Kita harus tuntut tanggung jawab negara yang menebarkan epidemi ini ke dunia: China. Pada awal-awal epidemi, China lakukan lockdown penerbangan lokal sesaat meluluskan penerbangan internasional tinggalkan China serta mengontaminasi dunia,” lanjut Donald Trump.

Disamping itu, Trump mendakwa WHO dikontrol oleh China serta menebar info palsu berkaitan epidemi. WHO pernah beri pujian China saat virus baru menebar pada awal 2020.

Sekarang ini, ada 31,4 juta masalah COVID-19 di dunia serta 967 ribu wafat.

Donald Trump lalu minta supaya PBB supaya minta pertanggungjawaban dari pemerintah China serta WHO.

error: Content is protected !!