October 17, 2021

Situs Judi Online Terpercaya

Terbaik & Terbesar Di Indonesia

Menguji Efisiensi Sistem e-Power

Nissan Indonesia sekarang punyai taktik baru. Tahun kemarin, di Hong Kong, gagasan besar mereka untuk Indonesia di 2020 ialah meluncurkan mode full elektrik, Nissan Leaf. Atas beberapa unsur, malah Nissan Kicks e-Power yang lebih dulu dipasarkan ke publik.

Ini pasti mengagetkan kami, pasalnya mode crossover SUV ini tidak pernah berada di Indonesia awalnya. Negara lain kemungkinan mengenalinya dengan nama Qashqai atau Rogue Sport, versus bertambah singkat dari X-Trail serta pernah merasai versus mesin konservatifnya. Tidak demikian dengan Indonesia. Karena awalnya ada Juke yang isi ceruk crossover SUV.

Bukannya meluncurkan mobil full elektrik, Nissan Indonesia pilih mengeluarkan Kicks dalam pola pemompa daya e-Power. Mode ini juga dipasarkan pada harga Rp 449 juta (OTR Jakarta). Harga yang paling menarik buat mobil berpenggerak listrik.

Nah, dalam kacamata pemroduksi tenaga, menurut Kami, Kicks e-Power tetap satu mobil hybrid serta bukan mobil listrik sejati. Penyebabnya ialah satu, mesin pembakaran konservatif (internal combustion engine – ICE) 1,2 liter 3-silinder berkode HR12 masih berada di situ. Mesin yang memproses bahan bakar serta membuahkan emisi ini ialah pemisah di antara Kicks e-Power dengan mobil listrik murni yang niremisi.

Tetapi kami pasti tidak tutup mata pada sebatas pola pemula, pasalnya tehnologi memang terus berubah tembus semua batas yang ada. Konsepsi e-Power memang kenyataannya suatu hal yang baru. Roda, cuma dapat dilakukan oleh listrik. Mesin, bermanfaat cuma untuk isi daya baterei 1,48 kWh (5ah, 296 volt), atau memberikan tenaga bertambah supaya produksi listrik di generator dapat semakin banyak saat tenaga tambahan diperlukan. Dia tidak dapat gerakkan roda dengan cara langsung seperti mobil hybrid biasanya.

error: Content is protected !!