October 17, 2021

Situs Judi Online Terpercaya

Terbaik & Terbesar Di Indonesia

Mengenal Enterobacter sakazakii

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE Nama Enterobacter sakazakii

Enterobacter sakazakii (Cronobacter spp.) ialah bakteri Gr negatif berupa tangkai yang tidak membuat spora. Sebelumnya, bakteri ini cuman diketahui untuk Enterobacter cloacae yang mempunyai pigmen kuning. Di tahun 1980-an Farmer dkk

mengidentifikasinya untuk spesies baru serta menyarankan nama Enterobacter sakazakii untuk penghargaan ke periset Jepang Riichi Sakazaki.

Berdasar karakter biokimiawinya sekarang ini ada 16 barisan E. sakazakii yang sudah diketahui. Dengan pertambahan pengetahuan mengenai karakter-sifat E. sakazakii di tahun 2007 Iversen dkk menyarankan E. sakazakii menjadi genus baru Cronobacter spp. Sebab nama yang termasuk baru itu, karena itu tutorial internasional yang diedarkan di tahun 2008 masih memberikan baik E. sakazakii

atau Cronobacter spp.

Sikap E. sakazakii dalam Pangan

Bakteri E. sakazakii tumbuh pada tenggang temperatur yang luas yaitu 6-47°C. Beberapa galur yang diisolasi dari susu formula di Kanada dapat tumbuh pada 5,5-8,0°C serta terhalang pada temperatur 4°. Rerata waktu pemisahan bakteri ini dalam susu formula ialah 40 menit pada 23°C serta 4.98 jam pada 10°C.

Pada temperatur almari es (10°C), peningkatan jumlah itu baru diraih sesudah 5 jam. Batasan kesibukan air (aw) serta pH pangan untuk perkembangannya sedikit disampaikan.

Sebab E. sakazakii tidak membuat spora karena itu bakteri ini gampang dibunuh oleh panas.

Sebab terbagi dalam beberapa tipe, karena itu ketahanan panas bakteri ini cukup bermacam serta beberapa berbentuk toleransi pada panas.

Periset lain di Korea memberikan laporan jika rekonstitusi susu formula dengan air bersuhu 50°C akan mengakibatkan bakteri menyusut jadi 1/100-nya, sesaat dengan temperatur 65-70°C berlangsung pengurangan E. sakazakii jadi 1/10.000 sampai 1/1000.000-nya (Kim & Park, 2007).

Penyakit Sebab E. sakazakii (Cronobacter spp.)

Infeksi itu disampaikan bisa mengakibatkan tanda-tanda penyakit neonatal meningitis bacteremia, necrotizing enterocolitis (NEC), serta necrotizing meningoencephalitis (Muytjens & Kollee, 1990).

 

error: Content is protected !!